Bookmark(0)

Karena “rage quit”, Afoninje keluar dari Gambit Esports? Gambit Esports adalah salah satu tim yang menjadi underdog pada musim 2018/2019. Gambit mendapatkan musim yang bagus, bahkan mereka sempat menjuarai beberapa turnamen pada musim ini. Namun saat di penghujung musim Gambit bermain dengan performa buruk, dan mengalami kekalahan beberapa match terakhirnya.

Image result for afoninje

Sumber : joindota.com

Pada 12 Agustus 2019 lalu, Twitter official dari Gambit Esports, mengumumkan perpisahan dengan 2 member divisi Dota 2 mereka. Yaitu, Afoninje sang mid laner, dan Head coach Boo!k. Perpisahan ini sungguh sangat disayangkan, karena Gambit pada musim 2018/2019 ini terbilang bermain cukup konsisten dan sempat menempati peringkat yang bagus di beberapa turnamen pada musim ini. Diantaranya, 2x juara 1 We Play! Madness, 2x menjuarai turnamen Minor, mendapatkan 4 besar di ESL Katowice, dan terakhir menjadi top 8 di Epicenter.

Afoninje salah satu pemain mid di region CIS yang memiliki skill tinggi ini saat pertandingan terakhirnya melawan WInstrike di kualifikasi The International 2019, Afoninje melakukan tindakan yang memalukan. Saat itu Afoninje yang menggunakan Morphling terbunuh karena gank dari tim Winstrike saat sedang berada di area lawan sendirian, setelah itu Afoninje langsung mengetik “Good Game! Well Played!” yang merupakan keyword untuk mengakui kekalahan dalam suatu match, lalu Afoninje pun keluar dari match tersebut. Padahal untuk mengetik keyword tersebut harus berdasarkan keputusan bersama.

Padahal match tersebut terbilang masih dapat terkondisikan. Namun, karena emosi yang sudah tak terbendung, Afoninje memutuskan untuk meninggalkan match tersebut, dan Team Gambit pun harus terhenti langkahnya untuk berpartisipasi di The International 2019.

Pada akun Twitter resmi milik Gambit pada tanggal 12 Agustus 2019 lalu, pihak Gambit mengumumkan perpisahan dengan Afoninje dengan pernyataan bahwa keputusan keluarnya Afoninje dari Gambit adalah keputusan bersama. Namun, karena tingkah Afoninje sebelumnya yang menuai kontroversi, membuat orang-orang beranggapan, Afoninje dikeluarkan karena rage quitnya pada kualifikasi The International 2019 lalu.

Walau Dota 2 adalah permainan antara 5 orang melawan 5 orang lainnya, namun Afoninje merupakan sosok yang vital bagi Gambit Esports pada musim ini. Performa apiknya dia membuat dirinya beberapa kali terpilih menjadi midlaner tim Rusia di 2 turnamen WESG belakangan ini.

Sungguh disayangkan, perilaku Afoninje pada kualifikasi The International 2019 kemarin sehingga membuat dia keluar dari Gambit dan membuat para fans Gambit maupun fans Afoninje itu sendiri menjadi kecewa, dan membuat reputasi Afoninje di scene Dota 2 menjadi ternoda. Semoga Gambit Esports maupun Afoninje dapat bangkit kembali, dan tetap dapat meramaikan serta menghibur dunia kompetitif Dota 2 di season berikutnya.