Setelah Los Angeles Lakers mendatangkan Anthony Davis pada musim ini, membuatnya juga ingin menghadirkan bintang ketiga untuk timnya. Itu membuat beredar sebuah rumor bahwa Derrick Rose yang ingin di trade Detroit Pistons akan bergabung dengan Lakers. Namun, sampai saat ini itu tidak terjadi karena Pistons memiliki sebuah alasan. 

Pemain yang mendapatkan MVP award pada 2011 ini merupakan pemain termuda dalam sejarah NBA. Belum lama ini ia selalu disebut-sebut ingin di trade oleh Detroit pada paruh pertama musim 2019-20 NBA.

Meskipun ia tidak menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan tim yang bertuliskan Motor City pada jerseynya, semua orang percaya bahwa Derrick Rose harus bermain untuk tim lain dengan harapan yang lebih besar di tahun ini.

Pada akhirnya, saat trade deadline NBA Februari 2020 berlalu D-Rose masih dinyatakan menjadi anggota resmi daftar Pistons. Salah satu tim yang tertarik pada mantan bintang Chicago Bulls adalah Los Angeles Lakers.

Via : getty images

Dalam episode terbaru dari The Hoop Collective Podcast, seorang analis dari ESPN yaitu Brian Windhorst mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya menanyakan ketersediaan/ available Rose melalui trade sebelum trade deadline.

Namun sayangnya Lakers gagal mendatangkan bintang ketiganya itu dikarenakan Pistons memilih untuk tidak trade point guard mereka. Meskipun mereka saat ini tampaknya tidak akan bermain di playoff, Windhorst mengatakan bahwa tidak ada peluang untuk Lakers membawanya karena Pistons akan mempertimbangkan untuk buyout kontrak Rose musim ini.

“Tidak, tidak ada kesempatan untuk mereka,” kata Windhorst. “Dia terikat kontrak untuk tahun depan dengan tawaran yang bagus. Dari apa yang saya mengerti, ketika Lakers ingin berbicara dengan Pistons dan menyatakan minat untuk trade Derrick Rose, Pistons berkata, ‘Hei, kami menghargai pembicaraan ini, tetapi kami tidak akan meng tradenya. Dwane Casey menyukainya. Menurut kami dia akan menjadi bagian penting bagi kami tahun depan. ‘.”

D-Rose bukanlah pemain yang sama saat memimpin Bulls untuk menjadi pemain yang memiliki rekor terbaik di Eastern Conference dengan Miami Heat yang dipimpin oleh LeBron James, Dwyane Wade dan Chris Bosh, tetapi ia masih bisa membantu tim mana pun di asosiasi. 

Dia tetap menjadi scoring option yang sangat handal dan bisa mengisi kebutuhan Lakers akan playmaker dan shot creator lainnya. Musim ini, pemain veteran berusia 31 tahun itu mencatatkan rata-rata 18,0 points dan 5,7 assists dengan percentage shoot 48,6 % dari field dan 29,8 % dari beyond the arc.