Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu turnamen eSports terbesar di dunia yaitu The International, saat ini telah memasuki season kesepuluh. The International 10 ini sendiri akan dilaksanakan di Kota Stockholm, Major, Swedia. Meskipun ajang tersebut masih akan digelar cukup lama yaitu sekitar 6 bulan mendatang, namun Valve beberapa waktu lalu memberikan pengumuman mengenai The International 2021, Valve mengatakan bahwa seluruh kota di dunia ini bisa menjadi tuan rumah ajang TI 2021 mendatang jika memenuhi persyaratan yang mereka berikan.

Tentu saja ini menjadi kabar yang sangat baik bagi Indonesia karena bisa mencoba menjadi tuan rumah ajang termegah eSports didunia ini. Kota-kota di Indonesia bisa mencoba menjadi tuan rumah ajang The International, dan yang sudah terbiasa menjalani event-event besar adalah Jakarta, Surabaya, Palembang dan masih banyak yang lainnya.

Sebelumnya Valve sendiri telah mengumumkan ajang The International 10 setelah ajang The International 9 memasuki babak akhir pada tanggal 25 Agustus 2019 yang lalu. Ajang terbesar eSports dari seluruh dunia ini sendiri pertama kali dilaksanakan pada tahun 2011 yang lalu tepatnya di kota Cologne, Jerman.

sumber : bola.com

Hingga akhirnya memasuki The International 2019 yang diselenggarakan di Shanghai, China. Pada TI9 ini sendiri tim OG lah yang berhasil menjuarai turnamen tersebut. Mereka juga telah berhasil memecahkan rekor baru sebagai tim yang memenangkan The International secara dua kali.

Setelah itu seluruh tim kembali mempersiapkan timnya untuk berlaga di The International 10 tahun depan yang kemungkinan besar akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2020 seperti ajang TI sebelumnya namun kali ini di Swedia.

Kota Swedia yang dipilih Valve ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena tim finalis The International 2019 merupakan tim dari negara-negara Eropa. Lalu banyak juga pemain profesional Dota 2 tersendiri seperti s4, Pajkatt, Zai, PieLieDie dan lain-lain yang merupakan pemain-pemain profesional Dota 2 terbaik yang berasal dari Eropa.

Namun pada The International selanjutnya yaitu pada tahun 2021 Valve mengizinkan seluruh kota di dunia untuk bisa menjadi tuan rumah ajang tersebut, tidak terkecuali kota di Indonesia. Persyaratan untuk bisa menjadi tuan rumah The International sebagai berikut.

  1. Memiliki arena atau stadion indoor modern dengan kapasitas antara 15.000 hingga 80.000 dan harus tersedia untuk bisa digunakan selama 10 hari pada Agustus 2021.
  2. Dapat menyediakan ruang tambahan di sekitar venue untuk menggelar acara-acara penyokong turnamen, seperti vandor village, fan zone, dan beberapa after party.
  3. Memiliki konektivitas jaringan fiber dari penyedia layanan lokal
  4. Memiliki sarana hotel yang cukup untuk menampung 30.000 orang
  5. Jarak yang tak berjauhan dengan bandara internasional
  6. Sistem transportasi lokal yang memadai

Bagaimana tanggapan kalian spinners, apakah The International 11 akan dilaksanakan di Indonesia? Jangan lupa stay terus di website kita, untuk dapetin berita seputar eSports terupdate!