Kembali pada tahun 2018 yang lalu, LeBron James yang memimpin Cleveland Cavaliers ke Final NBA dengan tangan nya yang patah padahal hanya tinggal sekali lagi memenangkan game tetapi mereka menghadapi Golden State Warriors yang sangat kuat dan tidak memberi mereka istirahat di seluruh seri.

Pada akhirnya, Warriors berhasil sweep Cavs pada saat itu. Tetapi itu akan sedikit berbeda jika bukan karena Game 1 yang terkenal karena kesalahan JR Smith di akhir game itu.  Jika kalian lupa tentang hal itu, di akhir Game 1 dari seri itu George Hill memiliki dua free throw untuk memberikan keunggulan bagi Cavs.

Dia berhasil melakukan pada kesempatan yang pertama dan gagal melakukannya untuk yang kedua kali. Namun Smith malah menangkap rebound dan bukannya mengambil bucket, dia hanya men-dribble bola hingga waktu habis.

BACA JUGA: Ini Efek Yang Akan Dirasakan Setahun Kedepan Rudy Gobert Setelah Terkena Corona!!

Itu membuat Cavs kehilangan permainan di overtime, yang memicu kemarahan Bron. Setelah itu, pemain yang sekarang  bermain untuk Los Angeles Lakers itu dilaporkan pergi ke locker room, memukul papan tulis dan mematahkan tangan kanannya.

Dia bahkan membicarakannya di post-game conference tetapi tidak pernah mengungkapkan detail di balik tangannya yang patah.

“Apa yang terjadi? Dia melakukannya sendiri, pada saat post-game setelah Game 1. Saya sangat emosional, karena banyak alasan berbeda. Memahami betapa pentingnya Game 1 untuk klub kami, apa yang bisa lakukan untuk kami. Cara kami bermain, call yang dilakukan sepanjang permainan itu, saya merasa emosi pada saat game diambil dari kami. Saya merasa emosi karena kalian tidak mendapatkan peluang seperti ini saat melawan Golden State, untuk bisa mendapatkan Game 1. Dan saya membiarkan emosi saya. Saya cukup banyak memainkan tiga pertandingan terakhir dengan tangan patah, jadi memang begitu. ”

BACA JUGA: Daftar Lengkap 28 Kasus Pemain Yang Positif Covid-19 di NBA

Bahkan ketika dia tidak ingin memberikan rincian, Brian Windhorst melaporkan bahwa King James telah mematahkan tangan kanannya karena frustasi pada perkembangan dan hasil akhir dari permainan.

Setelah itu, Cavs kalah tiga pertandingan secara berturut-turut yang membuatnya kalah melawan Warriors dalam empat tahun. Meski begitu, LeBron memimpin timnya ke seri itu dan mereka benar-benar hampir mencuri Game 1 itu di Arena Oracle sebelum JR Smith memutuskan dia punya rencana berbeda.

Stephen Curry, Kevin Durant dan rekannya. tidak memiliki belas kasihan dengan Cavs, yang melihat LeBron memainkan seri terakhirnya bersama mereka selama Final itu. The King mencatat 34 points, 10 assists dan 8,5 rebounds per game dengan percentage shoot 52% dari field.

Share to your friends