Bookmark(0)

Salah satu pemain legend dari bagian Western Conference yaitu Kareem Abdul-Jabbar, mengatakan bahwa  salah satu pemain superstar di NBA yaitu Lebron James merupakan pemain hebat yang ada di Los Angeles Lakers.

Kareem Abdul-Jabbar ini merupakan icon dari LA Lakers pada tahun 1975–1989, dirinya sudah 6 kali memenangkan NBA Champion selama karirnya. Tak hanya itu dia juga pernah terpilih sebagai NBA Most Valuable Player sebanyak 6 kali.

 

Sejak tahun 2005, Abdul-Jabbar telah menjadi asisten pelatih khusus untuk Lakers. Dia telah tertarik untuk melatih sejak dirinya pensiun, Abdul-Jabbar ini juga merupakan scoring terhebat dalam sejarah NBA.

Photo via : lakersnation

Baru-baru ini Abdul-Jabbar mengatakan kepada para fans Los Angeles Laker bahwa pemain superstar Lakers yaitu LeBron James adalah salah satu pemain Most Complete Players of All-Time.

“Dia juga menunjukkan bahwa dia pantas menjadi pemain Most Complete Players of All-Time yang diinginkan Lakers jadi saya tidak perlu khawatir tentang itu,” kata Abdul-Jabbar, melalui Arash Markazi dari Los Angeles Times.

“Lakers hanya perlu menambahkan pemain-pemain yang tepat itu dikarenakan mereka tidak bisa memenangkan NBA Championship hanya dengan satu pemain superstar. Lakers membutuhkan itu dan saya pikir mereka punya itu sekarang.”

 

LeBron James ini mampu mencatatkan statistik yang cukup besar dengan rata-rata 27,4 points, 8,5 rebounds dan 8,3 assists di musim pertamanya dengan Lakers. Sebenarnya Lakers bisa saja masuk ke babak playoff musim lalu.

Jika LeBron tidak mengalami cedera hamstring pada pertandingan Christmas Day saat melawan Golden State Warriors, itu yang membuatnya absen selama 17 pertandingan berturut-turut.

Abdul-Jabbar memang tidak akan membuat prediksi siapa yang akan memenangkan champion, tetapi dia mengatakan bahwa Lakers bersama LeBron James, Anthony Davis dan DeMarcus Cousins bisa memenangkan kejuaraan.

Jika Lakers mampu mencatatkan rekor yang cukup bagus pada musim reguler nanti hingga masuk ke babak playoff, itu merupakan babak playoff yang pertama kalinya sejak enam musim terakhir dan gagal memenangkan pertandingan playoff sejak 2012.