Didesak Untuk Buat NFT, NASA: Gak Dulu Deh

NASA menolak untuk terjun ke dunia NFT dan tidak mau untuk mengikuti jejak perusahaan kelas dunia lainnya yang sudah terlebih dahulu berkecimpung di dunia aset digital tersebut.

Non Fungible Token (NFT) memang memiliki daya tariknya tersendiri untuk sebagian peruahaan maupun perorangan. Hingga sampai saat ini, perusahaan kelas atas seperti Lamborghini, Victoria Secret, Triumph, dan lain sebagainya sudah menekuni NFT.

Namun, hal tersebut sama sekali tidak membuat NASA latah. Malahan, NASA menyatakan jika pihaknya tidak tertarik sama sekali dengan aset digital tersebut.

NASA Tolak Terjun ke Dunia NFT, Ini Alasannya!

Melansir dari SlahGear, alasan utama mengapa NASA enggan menekuni dunia Non Fungible Token adalah karena aset tersebut hanya dapat dimiliki oleh pembelinya yang bersifat pribadi. Alhasil, orang lain tidak bisa menikmati karya digital tersebut.

Baca Juga: Motor Milik James Bond, Triumph Scrambler 1200 Versi NFT Mulai Dijual

Tentunya, sistem ini sangat bertentangan dengan NASA, dimana seluruh gambarnya tidak memiliki hak cipta yang berarti semua orang bisa menggunakannya, asalkan memiliki dampak yang positif untuk semua orang.

NASA NFT
Photo: Kosmonauta

“NASA tidak menyetujui aplikasi merchandising apa pun yang melibatkan Token Non-Fungible (NFT), karena tidak konsisten dengan kategori produk yang disetujui Agensi untuk merchandise. Lebih lanjut, sebagaimana dinyatakan dalam Penggunaan Media NASA Pedoman, NASA tidak ingin gambarnya digunakan sehubungan dengan Non Fungible Token.” jelas NASA.

Tapi, tidak semua gambar milik nasa dapar digunakan oleh semua orang guys. Ada beberapa gambar yang masih berkaitan erat dengan NASA yang dilindungi oleh hak cipta dan orang yang ingin menggunakannya harus izin terlebih dahulu.

Baca Juga: Bappebti Yakin Kripto Buatan Asli Indonesia Akan Mendunia!

Intinya, NASA tidak terkesan sama sekali dengan kehadiran Non Fungible Token (NFT). Ia juga tidak berniat untuk terjun ke dunia aset digital tersebut dan memilih untuk tetap dengan budaya perusahaannya.

Artikel Terbaru