Bayi Paling Prematur di Dunia Menentang Peluang Bertahan Hidup di Bawah 1%

Anak laki-laki bernama Curtis di AS lahir sebagai bayi paling prematur di seluruh dunia dengan berat hanya 420 gram yang lahir pada juli 2020. Ia dilahirkan dengan usia 21 minggu lebih sehari, lebih tepatnya 132 hari.

Kini Curtis tengah berusia 16 bulan, dirinya telah diberikan penghargaan oleh Guinness World Records sebagai bayi paling premature yang dapat bertahan hidup.

Semua itu berawal dari ibu Curtis, Michelle Butler, yang dilarikan ke rumah sakit pada 4 juli 2020. Dimana pada hari esoknya itu merupakan hari kemerdekaan Amerika Serikat dan lahirnya Curtis beserta saudara kembarnya C’Asya.

Namun sayangnya C’asya tidak dapat bertahan hidup karena kondisi prematurnya itu, ingga meninggal keesokan harinya. Begitu juga dengan Curtis, ia menjadi anak satu-satunya yang hanya memiliki peluang hidup kurang dari 1 persen.

Setelah melewati 275 hari Curtis berjuang untuk hidupnya, akhirnya pada April 2021 ia dilepaskan ventilatornya serta dipulangkan. Namun itu bukan akhir perjuangannya, ia masih harus diajarkan cara bernafas dan juga menggunakan mulut untuk makan.

Curtis Premature Baby 3
Photo Via: Guinness World Records

Dia akhirnya selamat untuk menjadi anak berusia 16 bulan seperti sekarang, setelah merayakan ulang tahun pertamanya pada 5 Juli 2021.

“Akhirnya bisa membawa pulang Curtis dan mengejutkan anak-anak saya yang lebih tua dengan adik laki-laki mereka adalah momen yang akan selalu saya ingat,” kata Michelle.

Meski saat itu Curtis masih membutuhkan oksigen tambahan dan selang makanan, tetapi para dokter mengatakan kalua ia dalam keadaan sehat.

“saya telah melakukan ini hampir 20 tahun, tetapi saya belum pernah melihat bayi semuda ini sekuat dia. Ada sesuatu yang istimewa tentang Curtis” ujar Dr Brian Sims, ahli neonatologi.

Dokter lain, Colm Travers, adalah orang pertama yang menganggap bahwa usia kehamilan Curtis layak untuk Guinness World Record.

“Hal pertama yang mengejutkan saya ketika saya melihat Curtis adalah betapa kecilnya dia, betapa rapuhnya kulitnya. Saya kagum pada usia yang begitu muda bahwa dia masih hidup dan dia merespons perawatannya, ”kata Travers

Curtis Premature Baby 2

Tambahnya, ia juga menceritakan hal apa saja yang telah dia berikan untuk membantu sang bayi Ajaib itu.

“Awalnya, Curtis menggunakan banyak bantuan pernapasan dan obat-obatan untuk jantung dan paru-parunya agar dia tetap hidup. Kemudian selama beberapa minggu berikutnya, kami dapat mengurangi jumlah dukungan. Ketika dia berusia sekitar tiga bulan, kami akhirnya bisa melepaskannya dari ventilator. Itu adalah momen spesial bagi saya.” Kata dokter travers

Untuk berita menarik lain nya bisa check disini ya!

Artikel Terbaru