Evil Geniuses Dalam Kondisi Berbahaya di Animajor!

Di DPC League musim ke-2, tim raksasa asal Amerika Utara, Evil Geniuses tersalip oleh Quincy Crew, dan harus puas menempati posisi ke-2 di klasemen.

Oleh Karena itu, Evil Geniuses memulai major terakhir sebelum The International 10, yaitu Animajor dari babak grup bersama tim besar lainnya seperti, Nigma, PSG.LGD, dan VG.

BACA JUGA : Sudah Unggul Tetapi Game Terpaksa Diulang! Team Nigma Jadi Dirugikan

Babak grup Animajor kali ini, meloloskan 2 tim teratas ke upper bracket dan peringkat ke-3 hingga 6 ke lower bracket.

Evil GEniuses
foto via dailysocial

Tim asal negeri China, PSG.LGD telah lolos dari babak grup ke upper bracket babak playoff, setelah meraih hasil yang memuaskan, yaitu 4 kali menang, dan 2 kali kalah.

Sementara tim Nigma, hanya membutuhkan 1 kemenangan lagi untuk mengamankan slot ke upper bracket babak playoffs.

Masalahnya, Evil Geniuses masih bisa tersusul oleh tim di bawahnya. Apabila Evil Geniuses gagal mendapatkan hasil menang atau minimal seri di match terakhirnya, Evil Geniuses bisa menyusul tim tim lain yang sudah gugur pada babak wild card sebelumnya.

Jikapun Evil Geniuses lolos ke babak berikutnya dari Animajor, mereka masih harus bersaing melalui lower bracket yang di mana apabila Evil Geniuses kalah, mereka akan langsung gugur.

Walaupun Evil Geniuses sudah mengamankan slot ke The International 10, tentu saja Arteezy dan kawan kawan ingin sekali mendapatkan hasil yang maksimal sebelum bertanding di panggung besar, The International 10., dan mengulang kejadian di 2015, saat Evil Geniuses menjuarai The International 2015.

arteezy
foto via onesports

Dengan memenangi Animajor ini, bisa membuat mental Evil Geniuses jadi lebih baik dan siap menghadapi tim tim di The International 10 nanti, tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2021 mendatang.

Babak playoff Animajor akan dilaksanakan setelah babak grup telah selesai, yaitu pada 9 juni mendatang.

Jangan lupa kunjungi SPIN Website untuk update terbaru lainnya, dan ikuti Instagram dan Youtube kita.